Viral: Usai Videonya Viral, 2 Siswa di Berau Minta Maaf

Redaksi

BERAU, Jurnalix.com Rasanya belum sah jadi siswa SMP di Indonesia kalau belum pernah sentimental perkara nama bapak. Sebuah tradisi turun-temurun yang entah kenapa masih saja lestari hingga generasi Gen Alpha.

Kejadian klasik tapi ngenes ini baru saja terjadi di Segah, Berau. Kamis (27/11/2025) kemarin, seharusnya jadi hari yang tenang buat ulangan. Tapi bagi dua siswa kelas 8 berinisial K dan J, lembar jawaban soal sepertinya kalah menarik dibanding lembar silsilah keluarga.

Kapolsek Segah, Iptu Lisinius Pinem, mengonfirmasi kalau pemicu utamanya ya itu tadi: Saling ejek nama orang tua.

Kalau cuma ejek-ejekan, mungkin bisa selesai dengan saling cemberut. Masalahnya, kita hidup di era di mana teman bukannya jadi peace maker, malah jadi event organizer keributan. Bukannya melerai, teman-temannya malah jadi “kompor” yang memanaskan situasi.

Singkat cerita, pulang sekolah, rombongan sirkus ini terdiri dari K, J, dan sembilan “suporter” lainnya bergerak ke area perkebunan sawit di Kampung Gunung Sari. Kenapa harus kebun sawit? Mungkin biar dramatis, atau mungkin biar vibes-nya kayak film laga lokal.

Di sanalah duel terjadi.

Dan seperti yang bisa ditebak dari kelakuan remaja zaman now, sembilan teman yang ikut itu tidak ada satu pun yang melerai. Mereka sibuk dengan tugas suci masing-masing: Mengeluarkan HP, menyalakan kamera, merekam, dan bersorak. Demi konten, Bos! Biar viral, biar ada bahan buat di-share di grup WhatsApp. Solidaritas macam apa ini? Solidaritas semu demi traffic?

Untungnya, Pak Kapolsek Iptu Lisinius Pinem dan jajarannya gercep (gerak cepat). Video viral, polisi bertindak.

Jumat (28/11/2025) pagi, SMPN 1 Segah langsung jadi tuan rumah “sidang damai”. Kepala sekolah, komite, guru, orang tua, sampai polisi kumpul semua.

Ending-nya sudah bisa ditebak setelah viral, pasti damai

Pihak sekolah menjatuhkan sanksi (semoga sanksinya bikin kapok, bukan cuma disuruh hormat tiang bendera). Kedua siswa dan orang tua saling memaafkan, lalu yang paling modern mereka membuat video permintaan maaf. Dulu berkelahi, sekarang bikin konten klarifikasi. Siklus kehidupan digital yang sempurna.

Kejadian di Bumi Batiwakkal ini jadi tamparan keras buat kita semua. Wahai adik-adik pelajar, bapak kalian itu kerja keras banting tulang buat bayar sekolah dan beli kuota kalian, mbok ya jangan namanya dijadikan bahan adu jotos. Dan buat kalian yang hobinya merekam teman berantem: Kalian bukan jurnalis warga, kalian cuma penonton yang tega.

Related Post